KENAPA SALAT DISEBUT MIRAJ-NYA MUKMIN?
Pernah kebayang gak sih, betapa ribetnya umat-umat terdahulu kalau mau "curhat" atau minta hajat hidup mereka ke Allah ??
Coba kita flashback sebentar.
Di zaman Nabi Musa ‘alaihis salam, pas kaumnya kelaparan dan pengen makan enak, mereka gak berani minta langsung ke Tuhan. Mereka harus lapor dulu ke Nabi Musa ‘alaihis salam, baru Nabi Musa ‘alaihis salam yang jadi "jembatan" memintakan Manna wa Salwa buat mereka.
Sama juga kejadiannya di era Nabi Isa ‘alaihis salam.
Ketika pengikut setianya (Hawariyyun) pengen hidangan istimewa dari langit, mereka harus nitip doa dulu lewat Nabi Isa ‘alaihis salam, baru Nabi Isa ‘alaihis salam yang meneruskannya kepada Allah ?.
Polanya selalu begitu, berulang terus.
Manusia zaman dulu merasa ada jarak yang jauuuh banget. Mereka merasa gak pantes dan takut suaranya gak akan didengar kalau gak "dititipkan" lewat lisan para Nabi. Bagi mereka, Nabi adalah satu-satunya "Orang Dalam" yang punya akses ke Allah ?.
Sampai akhirnya, ada satu momen sejarah yang mengubah total skenario ini.
Peristiwa itu terjadi saat Rasulullah ? dan para sahabat lagi di fase paling kritis di Mekkah. Saat itu, kaum muslimin diboikot total. Gak boleh dagang, akses makanan diputus, gak punya penghasilan, sampai perut mereka seringkali dililit rasa lapar yang perih banget.
Di kondisi yang serba sempit, penuh tekanan, dan sangat manusiawi kalau mereka putus asa, Allah ? justru memanggil Rasulullah ? naik ke langit lewat peristiwa Isra Miraj.
Nah, di sinilah letak plot twist indah yang sering kita lewatkan.
Allah ? tau hamba-Nya lagi susah. Allah ? tau umat ini butuh solusi, butuh sandaran, dan butuh tempat mengadu yang paling kuat.
Maka, Allah ? tidak menurunkan "perantara" lagi. Allah ? kasih hadiah bernama: SALAT.
Salat ini bukan sekadar perintah. Ini adalah Izin Resmi dari Allah ? buat kita melakukan Bypass.
Lewat Salat, Allah ? seolah bilang:
"Pas kalian susah, pas hidup terasa sempit, Aku kasih akses langsung, ngomong sini langsung sama Aku."
Makanya, pas nerima "kado" istimewa ini, para sahabat tuh senengnya minta ampun, seolah semua penderitaan itu langsung kebayar lunas.
Itulah kenapa para ulama menyebut Salat itu sebagai "Miraj-nya Orang Mukmin".
Kalau Rasulullah ? harus naik menembus tujuh lapis langit buat ketemu Allah ?, maka kita, umat beliau, diistimewakan.
Cukup gelar sajadah, angkat tangan, dan bertakbir... detik itu juga Hijab (penghalang) antara hamba dan Tuhannya langsung hilang.
Kita punya privilege yang gak dimiliki umat Nabi sebelumnya.
Kita dibebaskan buat ngeluh, numpahin rasa capek, minta solusi, bahkan nangis sepuas-puasnya face-to-face sama Allah ?, minimal lima kali sehari!
Salat adalah momen di mana Allah ? buka pintu-Nya lebar-lebar buat dengerin "proposal" hidup kita. Tanpa perantara. Tanpa birokrasi.
Jadi, kalau hari ini beban hidupmu terasa berat banget, ingatlah bahwa kamu punya Fasilitas VIP ini.
Jangan anggap Salat cuma beban buat gugurin kewajiban. Jadikan Salat sebagai kebutuhan kita buat "pulang" dan ngobrol langsung sama Pemilik Segala Solusi.
Manfaatkanlah jalur khusus ini. Karena di setiap sujud, Allah ? nungguin ceritamu ????
Baca di https://qbest.id/app698aad7cf2143