KENAPA KEMATIAN JUSTRU MEMBUAT HIDUP LEBIH INDAH?
Coba cek bagian depan otak kita, namanya Prefrontal Cortex. Bagian ini bertugas sebagai "CEO" otak yang mengurus perencanaan dan pengambilan keputusan.
Secara alamiah, otak manusia cenderung menunda-nunda (procrastinate) jika merasa punya waktu tidak terbatas. Uniknya, fungsi fokus pada otak ini justru akan bekerja jauh lebih efisien dan disiplin ketika ia sadar adanya "Batas Waktu" (Deadline).
Ini sejalan dengan prinsip psikologi bernama Scarcity Effect (Efek Kelangkaan). Otak kita secara insting menilai sesuatu itu "berharga" hanya jika jumlahnya terbatas. Emas itu mahal karena langka. Udara itu gratis (dan sering dilupakan) karena berlimpah.
Bayangkan jika umur kita tak terbatas (unlimited). Otak akan terjebak ilusi bahwa "masih ada hari esok", sehingga menganggap waktu hidup ini murah. Kita bakal rentan menunda ibadah dan kebaikan, karena merasa urgensinya rendah.
Maka, Allah ? mendesain kematian supaya hidup kita memiliki "Nilai Premium". Perhatikan Q.S. Al-Mulk ayat 2:
"yaitu yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya...”
Menariknya, Allah ? menyebut "Mati" lebih dulu daripada "Hidup". Karena kesadaran akan kematianlah (sense of urgency) yang sebenarnya membuat hidup kita menjadi berkualitas. Tanpa adanya batas akhir, manusia sulit menghargai waktu.
Jadi, manfaatkan sisa umur kita sebaik mungkin. Ingat, hari yang sudah berlalu tidak akan pernah bisa kembali lagi. Jangan biarkan waktu lewat begitu saja tanpa menjadi pribadi yang lebih baik.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Baca di https://qbest.id/app697dd4d9a7533