MITOS PUASA BIKIN LEMOT TERBANTAHKAN OLEH SOSOK INI

Kalau kita membahas produktivitas di bulan Ramadan, rasanya malu banget kalau disandingkan sama Imam Syafi'i rahimahullah yang levelnya sudah di luar nalar manusia biasa. Sejarah mencatat fakta mencengangkan bahwa Imam Syafi'i setiap bulan Ramadan mampu mengkhatamkan Quran sebanyak 60 kali.

"Imam Syafi'i mengkhatamkan Quran pada bulan Ramadan sebanyak 60 kali." (Siyar A'lam An-Nubala, 10/36).

Artinya beliau tamat baca 30 juz dua kali dalam sehari, sekali pas siang dan sekali pas malam. Inilah bukti nyata dari keberkahan waktu yang Allah ? kasih ke orang yang benar-benar cinta sama ilmu dan Quran. Tentu kita tidak dituntut harus persis sama seperti beliau, tapi setidaknya semangat beliau bisa menjadi percikan api kecil yang menghangatkan semangat kita.

Mungkin kita mikir, "Ah itu kan ulama, kerjanya emang ngaji doang"? Jangan salah, Imam Syafi'i adalah ulama yang jadwalnya super padat mengajar, menulis kitab, dan mengurusi fatwa. Tapi hebatnya, saat Ramadan tiba, beliau mampu mengatur prioritas secara ekstrem. Beliau dedikasikan waktunya total untuk Quran.

Rahasianya bukan di jumlah jam yang beliau punya (karena sama-sama 24 jam), tapi di kualitas fokus dan manajemen waktu yang super efisien. Gak ada sedetik pun waktu yang terbuang buat hal gak penting kayak ngelamun atau ngobrol ngalor-ngidul. Bagi beliau, Ramadan itu kayak pesta pora ilmu, momen di mana otak dan hati beliau dimanjakan dengan lantunan ayat-ayat Allah ?. Beliau mencontohkan bahwa kesibukan dunia tidak menjadi penghalang untuk tetap dekat dengan Quran.

Kisah ini juga membantah mitos kalau puasa bikin otak lemot atau tidak produktif, justru puasa bikin pikiran jernih karena darah tidak sibuk di pencernaan tapi fokus di otak. Imam Syafi'i membuktikan bahwa perut kosong itu temannya otak cerdas, dan Ramadan adalah waktu terbaik buat upgrade kapasitas intelektual dan spiritual kita. Jadi rasanya sayang sekali jika momen emas ini kita lewatkan begitu saja tanpa ada peningkatan kualitas diri.

Yuk, jadikan Ramadan tahun ini sebagai ajang buat memecahkan rekor pribadi kita sendiri dalam berinteraksi sama Quran. Mulai kurangi scroll TikTok, ganti sama scroll mushaf, dan rasakan bagaimana keberkahan waktu ala Imam Syafi'i itu nyata adanya kalau kita mau usaha. Siapa tau dari kebiasaan ini, hidup kita jadi jauh lebih berkah dan urusan dunia jadi dimudahkan, karena kita memprioritaskan kata-kata Pemilik Dunia. Pelan-pelan saja, yang penting ada progres setiap harinya.

Supaya makin semangat dan punya teman seperjuangan yang saling mengingatkan, yuk gabung di Program 30 Hari The Best Ramadan. Insyaallah kita akan belajar bareng bagaimana mengatur waktu dan hati agar Ramadan kali ini lebih bermakna.

Baca di https://qbest.id/app697dd4f51943f